Skip to main content

MENANAM KEMBALI ATAU REPOTTING TANAMAN ANGGREK

Menanam  kembali atau repotting tanaman anggrek

1. Persiapkan keperluan  penanaman:
- Sediakan pot yang akan Anda gunakan. Pilih pot dengan ukuran yang sesuai dengan ukuran tanaman anggrek yang akan Anda tanam kembali itu.
Pot bekas juga dapat Anda gunakan, asalkan bersih.
- Siapkan gunting bersih.
- Pilih media  yang akan Anda gunakan: potongan bata, arang, potongan sabut dsb.
- Sediakan  obat anti jamur atau fungisida.
2. Bongkar, cabut  tanaman anggrek yang akan Anda tanam kembali
- Jaga agar akar segar/aktif tidak rusak.
- Bersihkan seluruh tanaman anggrek itu.
- Gunting akar yang busuk atau telah kosong dengan menggunakan gunting yang bersih.
- Bersihkan akar tanaman anggrek itu  dengan menggunakan cairan anti jamur
3. Menanam kembali.
- Isi kira-kira 1/3 pot dengan potongan batu bata, dan sedikit arang atau sabut.
- Dirikan tanamannya di tengah pot.
- Tambahkan media ke dalam pot, dengan hati-hati agar tidakmerusak akar muda ataupun tunas muda..
- Tekan/padatkan medianya agar tanaman dapat kokoh berdiri. Sisakan  kira2 3 cm dari bibir pot.Bila perlu, beri batang penyangga, berupa potongan bambu atau kawat.
- Jangan lupa memberi label  -- kalau Anda tahu nama tanaman anggrek Anda.
- Simpan di tempat teduh. Tidak kepanasan dan kehujanan.
- Siram sekadarnya untuk  menjaga kelembaban.
- Setelah seminggu hingga sepuluh hari, pot tanaman anggrek itu dapat Anda letakkan di mana Anda rencanakan.
Selamat menanam anggrek!

Comments

Popular posts from this blog

Klasifikasi Tanaman Anggrek

Klasifikasi  ilmiah ialah cara  ahli biologi  mengelompokkan dan mengkategorikan  spesies  dari  organisme  yang  punah  maupun yang hidup .  Klasifikasi  modern berakar pada sistem  Carolus Linnaeus , yang mengelompokkan spesies menurut kesamaan sifat  fisik  yang dimiliki. Pengelompokan ini sudah direvisi dan dikembangkan sejak  Carolus Linnaeus  hidup untuk menjaga konsistensi dengan  asas sifat umum  yang diturunkan dari  Darwin . Klasifikasi  ( pengelompokan ) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi  golongan  atau  unit  tertentu. Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke  terendah  (yang sekarang digunakan) adalah  Domain  ( Daerah ),   Kingdom ( Kerajaan ),  Phylum  atau   Filum  ( hewan ) / Divisio  ( tumbuhan ),  Classis  ( Kelas ),  ...

Mendaftarkan Silangan Skala Internasional

Sejak pertama kali dibudidayakan dan dibungakan di luar habitatnya oleh William Cattley seorang botanis berkebangsaan Inggris pda 1852, anggrek telah menjadi objek kajian para ilmuwan. Anggrek memiliki struktur fisiologis yang kompleks. Juga kekerabatan genetiknya menarik untuk disimak. Antar spesies berbeda marga dapat melakukan proses penyerbukan (melalui penyilangan) dan menghasilkan keturunan dengan karakteristik tanaman yang berbeda dari kedua induknya. Berawal dari Calanthe Bermula dari percobaan John Dominy pada tahun 1856 dengan menyilangkan Calanthe masuca x Calanthe furcata yang menghasilkan Calanthe Dominyii, hibridisasi (penyilangan menghasilkan hibrida baru) anggrek di seluruh dunia secara intensif terus dikembangkan hingga sekarang. Tidak hanya persilangan antar spesies (intergeneric hybrid) namun juga persilangan spesies sejenis (interspesific hybrid/sibling cross) yang umumnya memiliki genetika tidak stabil, juga terus dikembangkan. Tujuannya untuk menghasilkan...

Si Anggrek Macan dari Maluku

Kuntumnya berwarna dasar kuning atau kehijauan dengan belang-belang berwarna cokelat, bak lorengnya kulit harimau. Jumlahnya bisa sampai 60 kuntum berjajar pada tangkai yang panjangnya bisa sampai 2 meter. Sosoknya memang prima. Kuntumnya berwarna kuning dan hijau berloreng-loreng warna cokelat, sehingga sepintas dipandang mirip corak kulit harimau. Anggrek ini memang sering disebut sebagai anggrek macan. Jumlah kuntumnya sampai 60, tersusun pada tandan bunga yang sangat panjang, sekitar 120cm. Ukuran kuntum bunganya sekitar 3 – 4 cm dan lebar 1,5 cm. Kuntum bunga ini tahan sampai 6 minggu. Akarnya lebat, putih bersih menjurai kaku, keluar dari pangkal umbi semu (bulb) yang berjumlah 3 atau 4, berbentuk bulat telur memanjang agak pipih dengan bagian lancip mengarah ke atas. Panjangnya antara 88 – 20 cm. Daunnya besar, berwarna hijau cerah, berbentuk pita atau tombak terbalik, dengan panjang kira-kira 30 cm, sedangkan lebar antara 6 – 11 cm.   Ada dua varietas...