Skip to main content

Kenapa harus mulai dari botolan ?

Sebagaimana lazimnya sebagai seorang penghobi anggrek, pernah melewati masa perkenalan dan eksplorasi tentang anggrek, dan dilanjutkan dengan mencintai anggrek itu sendiri. Setelah berjalan beberapa lama ini, yang menarik untuk diamati adalah kebanyak “pemula anggrek” memulainya dengan memelihara anggrek dengan mengeluarkan bibit anggrek dari botol.
kompotPerlu dicermati bahwa bibit anggrek yang keluar dari bobot, bak bayi baru keluar dari perut ibu/inkubator, maka layak mendapatkan penanganan khusus, sehingga memang perlu ekstra perhatian untuk mengusahakan dapat hidup dan berkembang. Berselang beberapa waktu, 2 tahun untuk jenis dendroboum, 1,5 thn untuk anggrek bulan, 3 tahunan untuk cattelya, dst, baru kita dapat menikmati nilai keberhasilan itu. Sebuah tantangan akan keberhasilan, sebuah kenikmatan untuk mejalani perawatan, serta suatu tahapan yang lengkap dilalui untuk menhantarkan kita pada suatu pengetahuan, pengalaman dan kemampuan memelihara anggrek yang sesungguhnya. Jadi “MAJU TERUS PANTANG MUNDUR”, bila berhasil melewati tahapan ini, maka dipastikan akan berhasil membudidayakan anggrek pada umumnya.Pada sisi lain, bila kita mengawali dengan hal – hal yang susah dan beresiko tinggi, dan kita mengalami kegagalan, maka kecenderungan efek jera (‘kapok”) akan muncul pada kita. Sehingga mengakibatkan ketidak sukaan kepada anggrek muncul, dan akan menyampaikan kepada orang lain sbb: “ANGGREK SUSAH MERAWATNYA”, “ANGGREK GAMPANG MATI”, dst.Jadi suatu pilihan yang harus dilakukan dan harus disesuaikan dengan kemampuan dan ketahanan kita masing-masing. Ada nasehat yang sangat bijak, dari penganggrek senior bagi pemula, mulailah dengan yang mudah dan sederhana, setelah mampu/terlewati maka kita dapat menaikkan tingkat kesulitan dst. Hal ini bisa juga kita lakukan dengan membaca buku, mendapatkan informasi dan mengamati kegiatan peanggrek tentang berkebun anggrek, setelah menguasainya baru kita dapat mulai mengembangkan mulai memelihara beberapa anggrek yang siap bunga dst. Pilihan ada pada anda, dan resiko juga pada anda, otomatis kenikmatan juga anda yang merasakannya.terima kasih

source 
https://anggrekayah.wordpress.com

Comments

Popular posts from this blog

Klasifikasi Tanaman Anggrek

Klasifikasi  ilmiah ialah cara  ahli biologi  mengelompokkan dan mengkategorikan  spesies  dari  organisme  yang  punah  maupun yang hidup .  Klasifikasi  modern berakar pada sistem  Carolus Linnaeus , yang mengelompokkan spesies menurut kesamaan sifat  fisik  yang dimiliki. Pengelompokan ini sudah direvisi dan dikembangkan sejak  Carolus Linnaeus  hidup untuk menjaga konsistensi dengan  asas sifat umum  yang diturunkan dari  Darwin . Klasifikasi  ( pengelompokan ) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi  golongan  atau  unit  tertentu. Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke  terendah  (yang sekarang digunakan) adalah  Domain  ( Daerah ),   Kingdom ( Kerajaan ),  Phylum  atau   Filum  ( hewan ) / Divisio  ( tumbuhan ),  Classis  ( Kelas ),  ...

Mendaftarkan Silangan Skala Internasional

Sejak pertama kali dibudidayakan dan dibungakan di luar habitatnya oleh William Cattley seorang botanis berkebangsaan Inggris pda 1852, anggrek telah menjadi objek kajian para ilmuwan. Anggrek memiliki struktur fisiologis yang kompleks. Juga kekerabatan genetiknya menarik untuk disimak. Antar spesies berbeda marga dapat melakukan proses penyerbukan (melalui penyilangan) dan menghasilkan keturunan dengan karakteristik tanaman yang berbeda dari kedua induknya. Berawal dari Calanthe Bermula dari percobaan John Dominy pada tahun 1856 dengan menyilangkan Calanthe masuca x Calanthe furcata yang menghasilkan Calanthe Dominyii, hibridisasi (penyilangan menghasilkan hibrida baru) anggrek di seluruh dunia secara intensif terus dikembangkan hingga sekarang. Tidak hanya persilangan antar spesies (intergeneric hybrid) namun juga persilangan spesies sejenis (interspesific hybrid/sibling cross) yang umumnya memiliki genetika tidak stabil, juga terus dikembangkan. Tujuannya untuk menghasilkan...

Media Tanam Tanaman Anggrek

Ada tiga jenis  media tanam anggrek  yang harus disesuaikan dengan cara hidup tanaman anggrek, yaitu: Media untuk anggrek Epifit dan Semi Epifit terdiri dari: Serat Pakis yang telah digodok, Kulit kayu yang dibuang getahnya, Serabut kelapa yang telah direndam air selama 2 minggu, Ijuk, Potongan batang pohon enau, Arang kayu, Pecahan genting/batu bata. Bahan-bahan untuk media tanam yang telah disebutkan di atas dipotong menurut ukuran besar tanaman dan akarnya. Anggrek Semi Epifit  yang akarnya menempel pada media untuk mencari makanan, perlu diberi makanan tambahan seperti kompos, pupuk kandang/daun-daunan.  Media untuk anggrek Terestrial  merupakan jenis anggrek yang hidup di tanah. Oleh karena itu perlu ditambah pupuk kompos, sekam, pupuk kandang, darah binatang, serat pakis dan lainnya. Sedangkan media tanam untuk jenis anggrek semi Terrestria adalah pecahan genteng yang agak besar, ditambah pupuk kandang sekam/serutan kayu, serat pa...